Pages

Visitor

myDigitalisasi

myDigitalisasi

all About Me

Foto saya
Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

Follower

search on Blog

Rabu, 05 September 2012

BLUES histori

Blues adalah nama yang diberikan untuk kedua bentuk musik dan genre musik yang diciptakan terutama dalam Afrika-Amerika masyarakat di Deep South Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dari spiritual , lagu kerja , hollers lapangan , teriakan, dan narasi sederhana berirama balada . The blues di mana-mana... dalam bentuk jazz , R&B , dan rock n roll dicirikan oleh progresif kord tertentu dengan bar blues dua belas progresi akord yang paling umum dengan catatan biru , mencatat bahwa untuk tujuan ekspresif yang dinyanyikan atau dimainkan secara bertahap rata atau menekuk (minor 3 untuk 3 besar) sehubungan dengan lapangan dari skala besar.
Genre blues didasarkan pada bentuk blues tetapi memiliki karakteristik lain seperti lirik tertentu, garis bass dan instrumen. Blues dapat dibagi menjadi beberapa subgenre mulai dari negara untuk blues perkotaan yang lebih atau kurang populer selama periode yang berbeda dari abad ke-20. Paling dikenal adalah Delta , Piedmont , dan gaya blues Chicago. Perang Dunia II menandai transisi dari akustik ke electric blues dan pembukaan progresif musik blues ke khalayak yang lebih luas. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, terbentuk suatu hibrida yang disebut revolusi blues rock. Istilah "blues" mengacu pada "Blues Devil", yang berarti melankolis dan kesedihan, penggunaan awal istilah dalam pengertian ini ditemukan pada George Colman s 'satu babak sandiwara Blue Devils (1798). Meskipun penggunaan frasa dalam musik Amerika Afrika mungkin lebih tua, telah dibuktikan sejak tahun 1912, ketika Hart Wand s '" Dallas Blues "menjadi hak cipta pertama komposisi blues. Lyrics frasa sering digunakan untuk menggambarkan suasana hati tertekan . Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak Afrika di AS. Penggunaan blue note dan penerapan pola call-and-response (di mana dua kalimat diucapkan/dinyanyikan oleh dua orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai "jawaban" bagi kalimat pertama) dalam musik dan lirik lagu-lagu blues adalah bukti asal usulnya yang berpangkal di Afrika Barat. Di era kini banyak Blues Lovers lahir. Mereka menyimak, belajar, menulis, memainkan, dan bikin album. Musik blues mempunyai pengaruh yang besar terhadap musik populer Amerika dan Barat yang baru, seperti dapat terlihat dalam aliran ragtime, jazz, "blues rock", "electric blues", bluegrass, rhythm and blues, rock and roll, hip-hop, dan country, "reggae", serta musik rock konvensional.

Sabtu, 29 Oktober 2011

centeng pake dinas....hahahaaaaaa

Penerimaan dana dari PT. Freeport sebesar 14 Juta US Dollar oleh TNI dan Polri justru akan mempengaruhi konflik di Papua. Dengan adanya hal itu TNI/Polri akan berhadap-hadapan dengan rakyat Papua karena sudah jadi centeng asing.


"Iya jelas mempengaruhi konflik efeknya seperti itu. Aparat keamanan jadi centeng asing,"ujar Penggiat Masyarakat Nusantara, Bondan Gunawan saat ditemui usai acara diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu(29/10/2011).

Menurut Bondan,akan lain ceritanya apabila PT. Freeport memberikan sejumlah anggaran tersebut kepada pemerintah pusat dan secara terbuka dikelola oleh pemerintah daerah serta diberikan pengarahan pemanfaatan dana tersebut.

"Itu kan duit non budgeter, pertanggungjawabannya juga tidak jelas,"jelas Bondan.

Mantan Mensesneg era Gusdur ini menambahkan bahwa aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri pasti loyalitasnya akan terpengaruh setelah adanya dana itu.

"Saya tidak senang sebenarnya mencela sebuah institusi karena ini sangat dipengaruhi watak orang. Ketika kita merasa mendapatkan sesuatu ya loyalitas kita ke kantor misalnya menjadi berkurang seperti wartawan kan berkomitmen menegakkan etika jurnalistik ketika mendapatkan sesuatu pasti akan berkurang ke kantor loyalitasnya,"pungkasnya.

Seblumnya,Anggota Komisi I DPR, Lily Wahid mengungkap bahwa PT Freeport Indonesia telah mengucurkan dana 14 juta dolar AS yang diberikan kepada aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri guna menjaga aset-aset PT Freeport Indonesia di Timika, Papua.

sumber : TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA

Minggu, 23 Oktober 2011

Gayanya nyentrik, cuek, dan rambutnya gondrong. Padahal, sudah menjadi wakil menteri

"Saya Akan Tetap Naik Gunung"

Gayanya NYENTRIK, CUEK, DAN RAMBUTNYA GONDRONG. Padahal, sudah MENJADI WAKIL MENTERI.
Karena penampilannya itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo, terlihat mencolok di tengah menteri dan wakil menteri yang dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu 19 Oktober 2011, pagi tadi.
Bukan itu saja, hobi pria kelahiran 16 September 1951 ini juga terbilang ekstrim. Mendaki gunung.




Tidak main-main. Profesor bidang minyak dan energi ini sudah pernah mendaki ke beberapa gunung tertinggi di dunia. Seperti, gunung Elbrus. Gunung terbesar di Rusia itu pernah dia daki. Ia juga pernah mendaki pegunungan Himalaya dan Kilimanjaro di Afrika.
Bagaimana dengan gunung di Indonesia? "Di Indonesia, yang tinggi-tinggi sudah semua," ucapnya.

Bahkan, usai pelantikan ini, rencananya, profesor gondrong akan mendaki Gunung Gede, Jawa Barat.

Gelar pendidikan formalnya tidak main-main. Meraih gelar sarjana teknik dari Program Studi Teknik Perminyakan ITB pada 1975. Gelar Master of Science (MSc) pada bidang Petroleum Engineering diraihnya pada tahun 1980. Dilanjutkan MSc dalam bidang Operation Research pada 1982, dan MA dalam bidang Economics pada 1986 dari University of Southern California (USC).

Gelar PhD diperolehnya dari universitas yang sama pada 1987, setelah merampungkan disertasi berjudul "An Oil and Gas Supply and Economic Model for Indonesia".
Selain sebagai pengamat perminyakan, selama ini Widjajono juga menjadi dosen manajemen dan analisis ekonomi proyek migas dan pengelolaan energi, sumber daya mineral pada Program Studi Teknik Perminyakan ITB.


Selain sebagai pengajar, ia juga aktif sebagai sekretaris Komisi Permasalahan Bangsa, Majelis Guru Besar ITB (2006-sekarang), Ketua Kelompok Keahlian Pemboran, Produksi, dan Manajemen Migas ITB (2005-2007), Ketua Pasca Sarjana Studi Pembangunan, ITB (1993-2004), dan Kepala Kajian Ekonomi Energi pada Pusat Penelitian Energi (PPE).

Titel dan pengalaman di bidangnya, membuat profesor cuek ini dipercaya mendampingi Menteri ESDM Jero Wacik. Usai pelantikan, VIVAnews.com mewawancarainya. Berikut petikannya.


Kapan ditelpon Pak Sudi Silalahi untuk dipanggil ke istana?
Saya ditelpon sesudah sholat zuhur di masjid. Diminta siap saja. Seperempat jam kemudian, tolong datang ke istana jam 1. Saya cuma dikasih petunjuk, bersedia apa tidak. Ya sudah, saya bersedia.

Malam minggu ditelpon Pak Hatta, 'Mas Wid minta CV-nya, mau kita usulkan. Tapi belum disetujui'. Waktu sebelum zuhur, Pak Hatta nelepon, 'Mas Wid, nanti ditelpon Pak Sudi'. Tidak ada persiapan khusus.
Rambut Anda gondrong, ada rencana potong rambut?
Potong rambut nggak minggu ini lah.
Ada rencana kapan?
Saya biasanya potong rambut. Tapi tumbuh lagi. Lalu potong lagi. Akhir minggu mau ke gunung. Kalau lagi inget, ya dipotong. Kalau mau panjang, ya panjang. Saya biasanya juga kayak gini.
Apakah deg-degan saat pelantikan?
Nggak. Gak deg-degan. Tapi bersyukur, saya kan guru. Dengan jadi ini, saya bisa jadi guru lebih baik lagi. Saya mau keliling saja, stake holder, berhubungan sama wartawan, sama Pemda, LSM, tugas saya itu. Indonesia ini masalahnya asimetri informasi, ada ketidaksamaan persepsi. Itu harus disamakan. Kalau kita sudah cocok, gampang menyelesaikan sesuatu. Kalau dari awal gak cocok.

Di energi banyak yang sifatnya salah pengertian. Misalnya, kita negara kaya minyak, padahal tidak. Harga BBM harus rendah, padahal harusnya nggak. Kita pakai energi yang lebih murah, bahwa perusahaan asing mau diapain juga akan nurut aja. Kalau mereka merasa gak menguntungkan, ya gak akan ke sini.
Bagaimana dengan Menteri Jero Wacik?
Dia teman saya. Background-nya dia insinyur ITB, sarjana ekonomi UI. Saya juga teknik dan ekonomi, cuma tingkatannya lebih tinggi saja. Tapi Jero Wacik waktu mahasiswa pintar. Saya satu angkatan. Dia mesin, saya perminyakan. Kalau dengan Pak Purnomo seangkatan juga. Gak masalah saya sama dia.
Yang penting dia orang baik. Dia menulis buku 'berpikir positif'. Saya kalau kerja dengan orang yang positif, kalau dia gak tahu, ya saya kasih tahu.
Akan ubah penampilan?
Hehehe.. Gak juga ya. Kalau cukur, ya saya cukur. Saya akan tetap naik gunung, tetap jalan. Saya juga biasa kayak gini. Kalau lagi potong, ya potong. Kalau lagi panjang, ya panjang. Hehehe..
Anda hobi naik gunung?
Di Indonesia yang tinggi-tinggi sudah semua. Di luar negeri, Himalaya, Kilimanjaro, Elbrus.
Rencananya akhir minggu naik gunung kemana?
Ke Gunung Gede.
Kok Gunung Gede?
Ya jangan jauh-jauh. Nanti saya dimarahi Menteri. Baru jadi Wakil Menteri sudah ngaco. (eh)
Sumber ; VIVAnews.com
 

Blogger news

Blogroll

X-Steel - Horizontal Resize

About